Victor Laiskodat-Yosep Nae Soi Resmi Pimpin NTT

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—Setelah mendapat surat rekomendasi dari Mahkamah Konstitusi( MK) yang menerangkan bahwa pemilihan Gubernur NTT tanpa gugatan, pasangan calon (paslon) Gubernur  Victor Bungtilu Laiskodat- Yoseph Adrianus Nae Soi resmi ditetapkan menjadi Gubernur-wakil Gubernur NTT periode 2018- 2023. Penetapan ini dilakukan Komisi Pemilihan Umum ( KPU) NTT dalam  rapat pleno terbuka di Swiss Bellin Hotel Kupang, Selasa   (24/7/2018).

Dalam penetapan ini pasangan Victor Bungtilu Laiskodat -Yoseph Adrianus Nae Soi sebagai pemenang pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur NTT Tahun 2018 dengan perolehan suara sah 838.213 suara atau 35,60%.

Ketua KPU NTT Maryanti Luturmas-Adoe, dalam rapat pleno terbuka menegaskan, KPU NTT sudah menerima surat rekomendasi tertulis pasangan calon terpilih tanpa permohonan perselisihan hasil pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

“Dalam surat rekomendasi MK kepada KPU RI tidak ada gugatan sengketa pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Tahun 2018, sehingga kami langsung melakukan penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Karena waktu yang diberikan untuk tingkat Provinsi hanya 1 hari, sehingga kami langsung melakukan rapat pleno terbuka,” katanya.

Maryanti juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya,kepada seluruh pasangan calon yang menerima  hasil pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur NTT.

Dijelaskannya,  hasil pleno penghitungan suara yang telah di tetapkan oleh KPU NTT pada tanggal 9 Juli 2018 yang lalu sebagai berikut:

Pasangan calon nomor urut 1. Eston Funai-Christian Rotok memperoleh 469.025 suara sah atau setara 19, 92 %.

2. Marianus Sae-Emi Nomleni memperoleh suara 603.822 suara sah atau setara 25,64%.

3. Beni K.Harman-Beni Litelnoni memperoleh suara 443.796 suara sah atau setara 18,85%.

4. Victor Bungtilu Laikodat- Yoseph Adrianus Naisoi memperoleh suara sah 838.213 atau setara 35, 60 persen.

Sedangkan partisipasi pemilih dalam pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur NTT 74, 06 % masih di bawah target nasional yaitu 77, 5%. (erni amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *