Penjabat Gubernur Plesetkan NTT, Nusra Tanah Terjanji

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—Pejabat Gubernur NTT, Drs.  Robert Simbolon,MPA memplesetkan sebutan baru untuk NTT. Simbolon menyebut NTT sebagai Nusra Tanah Terjanji sehingga mengajak seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk mengangkat NTT dari garis kemiskinan.

Robert Simbolon menyampaikan ini saat meresmikan Pembangunan Smelter Ferro Mangan PT Gulf Mangan Grup di Kawasan Industri Bolok, Jumat (20/7/2018).

Menurut Simbolon sejak ia dilantik menjadi penjabat gubernur,  dirinya memprovokasi jajaran di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.  Dikatakan bahwa sejak saat ini diharapkan semua elemen  menjadikan NTT sebagai Nusra Tanah Terjanji. NTT harus menjadi “the promised land in Indonesia” dimana secara bersama-sama mengangkat NTT dari garis kemiskinan.

Menurut Robert, keinginan untuk membangun smelter membuktikan bahwa tanah ini adalah tanah yang menjanjikan. Bukan saja bagi masyarakatnya tapi bagi siapa saja yang yang berkehendak baik.

“Tanah ini bisa menyediakan siapa saja yang mau berdagang,  berusaha dan mendirikan perusahaan.  Daerah ini merupakan daerah terbuka serta kaya akan potensi sumberdaya alam. Salah satunya adalah mangan. Biji mangan NTT dan sekitarnya termasuk kelas komersil tertinggi dengan tingkat kemurnian mangan sebesar 56 persen, ” jelas Robert.

Karena itu, jelas Robert,  kehadiran smelter sangat penting untuk mengetahui kandungan bahan lain yang ada dalam batu mangan. Beliau berjanji akan mengawal proses pembangunan smelter sehingga tidak hanya berhenti pada proses peresmian pembangunan.

“Saya tidak mau mendengar lagi kewibawaan negara yang direpresentasikan oleh gubernur dibohongi dengan janji palsu dari investor yang dikategorikan ‘investor akan’. Gubernur sudah rela pergi ke tempat yang jauh untuk melakukan proses peletakan batu pertama pembangunan perusahaan,  tapi tidak ada kelanjutan prosesnya. Untuk hal ini, kita bisa gunakan mekanisme perundang-undangan untuk menuntut pertanggungjawaban atas sebuah janji. Saya juga akan menginformasikan fenomena seperti ini kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, ” tegas Deputi Bidang Pengelolaan Batas Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP)  sembari berharap agar PT Gulf Mangan dapat mempekerjakan masyarakat lokal NTT di perusahaan smelter tersebut.

Sementara itu pemuka masyarakat sekaligus mantan Gubernur NTT dua periode,Drs. Frans Lebu Raya mengungkapkan kebanggaannya atas keseriusan PT Gulf Mangan untuk membangun smelter karena prosesnya cukup lama.

“Seingat saya, selama menjabat wakil gubernur satu periode dan gubernur dua periode, ini bukan satu-satunya perusahaan yang ingin membangun smelter. Ada paling kurang dua perusahaan yang bahkan sudah dilakukan proses groudbreaking yakni di Takari dan Belu. Namun PT Gulf ini yang paling serius. Saya berharap ini akan ada kelanjutannya sampai beroperasi penuh,” kata Frans Lebu Raya.

Menanggapi harapan tersebut, Presiden Direktur PT Mangan Group, Mr.Hamish Bohamman menegaskan komitmen perusahaan untuk mewujudkan proyek kelas dunia kepada masyarakat di wilayah NTT. Meski pada awalnya ada kesulitan, namun dengan dukungan masyarakat sekitar dan dedikasi tim kelas dunia, PT Gulf bisa mencapai titik akhir pembangunan pusat pengelolaan dan peleburan mangan kelas premium pertama di Pulau Timor.

“Hari ini, dua mesin smelter dari Afrika Selatan akan tiba di pelabuhan Tenau. Kami  telah menandatangani kerjasama dengan banyak perusahaan pemegang izin usaha pertambangan mangan. Kami siap untuk membeli biji mangan secara teratur dari masyarakat NTT. Kami juga telah menandatangsni kesepakatan penggunaan listrik dengan PLN yang akan membawa keuntungan bagi masyarakat sekitar. Pada tahap awal kami akan mempekerjakan 80 tenaga kerja dari daerah Bolok dan sekitarnya,”jelas Hamish Bohamman.

Untuk diketahui, PT gulf Mangan merupakan anak perusahaan dari Gulf Manganese Corporation (ASX-GMC). Perusahaan ini sudah memulai pengurusan izin usaha pembangunan smelter tersebut sejak tiga tahun lalu. Target pengelolaan mangan pada tahun pertama produksi adalah sebesar 30.000 aloy. Selanjutnya pada tahun berikutnya dengan penambahan mesin smelter,produksi akan mencapai 155.000 alloy.

Turut hadir pada acara tersebut, unsur Forkompinda Provinsi NTT, Walikota Kupang, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi NTT, pejabat dari Kabupaten Kupang, Dewan Direksi dan staf PT Gulf Mangan, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuka agama, insan pers dan undangan lainnya.(*/erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *