Penjabat Gubernur NTT Pesan ke Mekeng Jangan Semena-mena

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—-–Pasca berakhirnya masa tugas Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka,

Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon secara resmi  melantik Florianus Mekeng jadi penjabat bupati Sikka. Selama memimpin Tana Nian Sikka, Robert berpesan kepada Mekeng agar menjadi  pemimpin tidak boleh menggunakan kekuasaan semena-mena untuk kepentingan pribadi tetapi harus rendah hati dan menjadi panutan bagi bawahannya.

Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon menyampaikan ini saat melantik  Florianus Mekeng di Aula Fernandes. Jumat ( 20/7/2018).

Menurut Robert, berkaitan  dengan pelantikan ini dirinya menyampaikan  beberapa pesan bahwa penunjukan Mekeng  karena  telah memenuhi syarat, dipercaya dan dinilai mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Dengan demikian kepercayaan yang diberikan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Robert menganalogikan bahwa  Tuhan itu Maha Baik maka seorang pemimpin juga harus baik. Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh seorang pemimpin yakni berbudi baik, berani demi kepentingan masyarakat dan seorang pejabat juga harus pintar karena masalah yang dihadapi oleh masyarakat sangat kompleks.

Dirinya meminta agar Mekeng untuk terus  belajar, belajar dan belajar. Laksanakan tugas  dengan sebaik-baiknya. Jagalah martabat keluarga juga jagalah martabat sebagai pejabat di pemerintah NTT. Selain itu, seorang pejabat harus mengajarkan hal-hal kebaikan kepada orang lain. Jangan hanya membuat hal-hal yang tidak ada manfaat apa-apa.

Dia juga meminta agar setiap masalah yang dihadapi harus dikomunikasikan dengan semua stakeholders dan pemerintah di tingkat bawah. Jangan sampai pejabat yang bersangkutan tidak tahu ada masalah yang dialami oleh masyarakat.

Sebagai Penjabat Bupati, Robert meminta harus menyiapkan program dan janji-janji politik dari bupati dan wakil bupati terpilih. Dengan demikian, itu menjadi fondasi agar bupati dan wakil bupati terpilih tinggal meramu janji-janji politiknya dalam RPJMD yang sudah dibahas.(*/erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *