Dua Srikandi Tambah Deretan Dewan Unsur Perempuan

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—-Lembaga DPRD NTT yang sebelumnya sempat lowong tiga kursi karena anggota dewan bersangkutan maju pada pilkada di Kabupaten Kupang dan TTS, kini sudah terisi kembali. Tiga anggota dewan pengganti antar waktu (PAW) ini, dua diantaranya perempuan sehingga menambah deretan daftar kaum perempuan di DPRD NTT dari 7 orang menjadi 9 orang. Ini menjadi sejarah pertama sejak terbentuknya DPRD NTT unsur perempuan di dewan sebanyak 9 orang.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, S.H, dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda PAW di Gedung DPRD NTT, Senin (25/6/2018) menyampaikan apresiasi terhadap tiga anggota PAW untuk masa tugas 2014-2019 yakni,

dari  PDI Perjuangan, Aulora Agrava Modok menggantikan Nelson Obet Matara yang maju sebagai calon Bupati Kupang. Dari Partai Demokrat, Reny Marlina Un menggantikan Ampera Seke Selan yang maju menjadi calon Bupati Timor Tengah Selatan (TTS). Dari Partai NasDem, Johanes Rain Tukan menggantikan Johny Army Konay yang maju menjadi calon Wakil Bupati TTS. Selain itu, Anwar menyampaikan limpah terima kasih buat tiga mantan dewan yang telah mengabdikan dirinya selama ini dalam semangat kebersamaan melahirkan keputusan politik untuk masa depan NTT.

“Kepada ketiga anggota dewan yang baru dilantik, selamat datang dan bergabung di rumah aspirasi warga NTT, kami yang ada menerima kehadiran untuk bergabung membahas persoalan dan menghasilkan keputusan politik bersama pemerintah untuk kesejahteraan warga NTT. Kita juga apresiasi karena dari tiga anggota dewan ini dua adalah perempuan berarti menambah deretan  srikandi yang duduk di parlemen menjadi 9 orang figur perempuan dan sejarah pertama di DPRD NTT,” kata Anwar.

Politisi Partai Golkar yang akan maju menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2019 nanti ini meyakini  ketiga anggota dewan yang dilantik ini dapat membawa semangat baru dalam memberikan kontribusi positif melalui pemikiran- pemikiran untuk kemajuan dan pembangunan daerah ini. Dengan beragam persoalan yang kerap dihadapi masyarakat di provinsi kepulauan ini diharapkan tiga dewan yang baru dilantik mampu memberikan masukan untuk pemerintah dalam mengatasi masalah di bidang pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya.

“Persoalan pendidikan, angka kemiskinan yang masih tinggi, kasus human trafficking, derajat kesehatan yang masih rendah, tentu menjadi tantangan bersama. Mari kita bergandengan tangan bersama pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada ini,” pinta Anwar.

Informasi yang diperoleh menyebutkan,  Aulora Agrava Modok akan ditempatkan di Komisi V. Karena Sekretaris Komisi V dari Fraksi PDI Perjuangan, Junus Takandewa akan dilantik menjadi wakil ketua dewan. Reny Marlina Un ditempatkan di Komisi III menggantikan posisi yang ditinggalkan Ampera Seke Selan.(erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *