Lebu Raya Mohon Maaf Kepada ASN

 

 

KUPANG.NUSAFLOBAMORA—-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, menyampaikan terima kasih disertai permohonan maaf kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemprov NTT. Pasalnya, sebentar lagi Gubernur Frans bersama Wakil Gubernur, Beni Litelnoni  akan berakhir masa jabatannya memimpin NTT pada 16 Juli 2018 mendatang.

“Saya selaku Gubernur NTT dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN  karena telah mendukung saya dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan. Saya juga memohon maaf jika dalam masa kepemimpinan saya terdapat hal-hal yang tidak berkenan di hati saudara-saudara sekalian,” kata Lebu Raya, saat memimpin apel pagi, di halaman kantor Gubernur NTT, Senin (25/6/2018).

Dalam siaran Pers Biro Humas NTT, apel senin pagi itu, digelar menjelang akhir masa jabatan Gubernur Frans Lebu Raya bersama Wakil Gubernur Benny Litelnoni. Tampak juga hadir Benny Litelnoni, Sekda Benediktus Polo Maing, pimpinan bersama Staf dari 49 perangkat daerah di lingkup pemprov NTT.

“Pak Benny, hari ini masuk kantor seperti biasa. Beliau mencalonkan diri kembali menjadi Wakil Gubernur NTT untuk periode 2018 – 2023,” sebut Lebu Raya.

Frans Lebu Raya, menjadi Gubernur NTT selama 10 tahun (dua periode) sejak 16 Juli 2008 hingga 16 Juli 2018. Sebelumnya beliau sempat menduduki jabatan sebagai Wakil Gubernur NTT periode 2003 – 2008. Jabatan lain yang pernah didudukinya adalah Wakil  Ketua DPRD NTT selama empat tahun. Sehingga Frans Lebu Raya, secara total berkecimpung dalam lingkup pemprov NTT selama 19 tahun.

Sebagai mantan aktivis LSM dan aktif sebagai ketua PDIP NTT, Frans Lebu Raya, telah menyatu dengan masyarakat NTT pada umumnya dan ASN lingkup pemprov NTT. Karya dan jasanya selama 19 tahun dalam membangun provinsi kepulauan ini menuju kearah perubahan dan kemajuan yang berarti perlu diacungkan jempol.

Lebu Raya, mengatakan akhir-akhir ini memang ada banyak sorotan miring lewat WhatsApp dan Facebook yang ditujukan kepadanya. Tapi sebagai pemimpin maka harus menerima sorotan itu. “Saya tidak tahu siapa yang mengirim tulisan lewat media sosial itu. Tapi selama ini saya dengan Pak Benny Litelnoni, bekerja dengan ikhlas untuk membangun daerah ini,” papar Lebu Raya.

Lebu Raya, mengakui bahwa daerah ini dari waktu ke waktu terus berubah dengan terus membenahi diri, merancang program-program yang baik guna kepentingan kesejahteraan rakyat dan kemajuan NTT. Provinsi NTT sekarang, dibandingkan dengan awal kepemimpinannya tahun 2008, sudah mengalami kemajuan pesat.

Dijelakskan Gubernur, dalam membangun NTT, pihaknya tidak sekedar bermain-main. Tapi selalu berupaya untuk mempercepat pembangunan supaya NTT semakin berkembang maju. Kendati begitu, ucap dia, tentu tidak semua orang puas dengan kepemimpinannya selama ini. Bahkan harus percaya bahwa kepemimpinannya selama ini bersama Pak Benny Litelnoni, selalu bekerja secara ikhlas dan tulus demi kesejahteraan masyarakat NTT.

“Saya punya keyakinan bahwa program sehebat apapun dari seorang pemimpin tidak akan bisa berjalan dengan baik, manakala pelaksana tidak dapat melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab. Karena itu, sejak awal saya ingin memperbaiki kesejahteraan ASN dengan memberikan tunjangan kesra. Kita berbicara efisiensi tapi juga harus mempertimbangkan efektivitas,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Gubernur Lebu Raya, harus optimis daerah ini akan maju. Walaupun banyak orang mengakui daerah ini tidak maju. Jika tidak setuju daerah ini maju maka akui saja bahwa daerah ini ada perubahan. Kalau tidak disebut kemajuan, sebut saja perubahan. “Coba bandingkan NTT di tahun 2008 dengan NTT sekarang ini. Jangan membandingkan NTT dengan provinsi Jawa Timur. Coba bandingkan NTT 10 tahun dan lima tahun lalu dengan NTT saat ini. Ada kemajuan atau tidak,” jelas Lebu Raya.

Lebu Raya, berpesan kepada seluruh ASN untuk jangan berkecil hati dengan adanya berbagai sorotan miring. Tetapi tetap bekerja keras, bekerja ikhlas dan bekerja tulus membangun NTT. Bekerja tulus untuk memajukan daerah ini.(*/erni amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *